Rabu, 02 Desember 2015

COGNITIVE ERGONOMIC

IMPLEMENTASI COGNITIVE ERGONOMI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Oleh: Bagas Atmaja Prayitna
PENDAHULUAN
ABSTRAK

Sebuah perancangan interior diwujudkan untuk memecahkan masalah manusia berkaitan penampungan aktivitas dalam ruang, guna tercapainya kenyamanan keamanan, efektifitas dan peningkatan produktivitas yang sesuai dengan karakter manusia dan budayanya. Manusia adalah titik tolak dalam sebuah perancangan interior, manusia merupakan tokoh utamanya, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus, kepadanya segala sesuatu yang berhubungan dengan perancangan dikonfirmasikan untuk di aktualisasikan pada sebuah perencanaan ruang. Hal ini disebabkan karena manusialah yang akan mempergunakan dan beraktivitas di ruang tersebut. Segala kegiatan atau aktivitas manusia tersebut beragam sifatnya sesuai dengan waktu dan tempat yang juga dibatasi oleh norma dan cita-rasa serta posisi dan peranan. Keunikan merupakan karakteristik utama dari setiap sistem proyek. Oleh karena itu hampir di layak untuk analis proyek untuk memanfaatkan data dari proyek-proyek masa lalu sebagai referensi untuk perencanaan proyek berikutnya dan penjadwalan. Sebagian besar analis proyek kemudian akan tergantung pada intuisi, firasat dan pengalaman untuk mengembangkan model kuantitatif untuk penjadwalan proyek dan analisis yang menurut studi masa lalu, adalah rentan terhadap kesalahan sistematis.

Kata kunci: Manajemen proyek, Cognitive Ergonomic, Teknologi Tepat Guna

Rabu, 18 November 2015

MATERIAL MANAGEMENT



AUDIT INTERGRITAS MANAJEMEN KUALITATIF DALAM TINGKAT MATERIALITAS

Abstract

Audit of financial statements intended to obtain reasonable assurance that financial statements are

free of material misstatement. Auditor in planning and implementing audit concern with the problem

material financial statement and not responsibility for error or deception is not material to the financial

statements. Management integrity as principal support of quality control environment and the primary

elements internal control that could affect the auditor’s decisions in the determination of materiality.

Integrity is the ethical standard in the institution include management action to reduce or elimination

the urge and temptation that my cause personnel to act dishonest, illegal or unethical. Though a

qualitative methodology, researcher conduct studies on the role integrity management in the

determination level of materiality. The research was conducted three stages, stages a thorough

exploration, focus exploration and confirmation phase. Analysis of data with the logic of pairing

patterns approach include analysis domain and taxonomic analysis. Seen factors misstatements in the

previous period , while the qualitative factor is the decision of the consideration partner . But the

decision was taken based on various things related to the previous information , especially the risks of arising .Based on the results of research that integrity management is not major consideration in the determination of materiality.

 

Keywords: Audit, Integrity Management, Materiality, Qualitativ